Polisi Mengajar di SMK Negeri 5 Buru, Bhabinkamtibmas Tanamkan Kesadaran Hukum dan Semangat Toleransi kepada Pelajar

Namlea – Komitmen Polri dalam membangun generasi muda yang taat hukum terus diwujudkan melalui program Polisi Mengajar. Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Bara, Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru, Bripka Ruslin, melaksanakan kegiatan edukasi hukum kepada para siswa SMK Negeri 5 Buru, Desa Bara, Kamis (23/7/2026).

Dalam suasana yang interaktif dan penuh keakraban, Bripka Ruslin menyampaikan materi mengenai pentingnya kesadaran hukum sebagai bekal bagi para pelajar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Para siswa diberikan pemahaman tentang pengertian kesadaran hukum, bentuk-bentuknya, serta berbagai jenis hukum yang berlaku di Indonesia, mulai dari hukum positif, hukum agama, hingga hukum adat.

Selain itu, para pelajar juga diajak untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta menyerahkan setiap persoalan kepada aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi apabila terjadi permasalahan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Bripka Ruslin menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan mampu menjaga perilaku dan menghindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka.

Tidak hanya membahas hukum, Bripka Ruslin juga menanamkan nilai-nilai persatuan dan toleransi. Ia mengajak seluruh siswa untuk menghargai keberagaman agama, suku, adat, dan budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Khususnya di Maluku, nilai-nilai Pela Gandong harus terus dijaga sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan antarsesama.

Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., menyampaikan bahwa program Polisi Mengajar merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di lingkungan pendidikan dalam membina karakter generasi muda. Melalui kegiatan ini, Polri berharap para pelajar memiliki pemahaman hukum sejak dini, berkarakter disiplin, menjunjung tinggi toleransi, serta menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menaati hukum bukan karena takut dihukum, tetapi karena sadar bahwa hukum hadir untuk melindungi semua orang. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, dan mampu menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Kapolres.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun para siswa yang antusias mengikuti materi hingga selesai.

Program ini menjadi bagian dari upaya Polri Presisi dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui edukasi yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan.